Tips Membedakan Antara Kubah Enamel dan Galvalum

Tips Membedakan Antara Kubah Enamel dengan Kubah Galvalum

Ciri khas utama dari kubah enamel yaitu tahan terhadap korosi, sehingga sangat cocok dengan tempat pesisir pantai. Dan enamel coating merupakan cara yang paling hemat  untuk melindungi setiap produk yang terbuat dari materi dasar logam dengan hasil yang sangat halus, mengkilap, dan tersedia dalam banyak sekali macam warna pilihan khususnya dalam Pembuatan Kubah masjid / Kontraktor Kubah Masjid. Warna tersebut tidak akan memudar jika terkena sinar matahari. Coating enamel sangat tahan terhadap panas, hal ini dikarenakan dalam proses produksinya memerlukan suhu panas sekitar 800 derajat celcius. Panas tersebut amat sangat tidak memungkinkan, bila diaplikasikan pada kubah masjid dengan materi dasar galvalum. Makara untuk membuktikannya, yaitu dengan cara dibakar langsung diatas kompor. Apabila warna hitam (gosong) bekas dari pembakaran tersebut tidak bisa dibersihkan dengan kain, maka materi tersebut merupakan materi galvalum. Sehingga ketahanan dari warna yang dihasilkan, hanya bertahan sekitar kurang lebih 5 tahun. Sedangkan warna dari coating enamel mendapat garansi resmi dari perusahaan ternama di Indonesia sekitar 15 tahun.

Coating enamel diproduksi pertama kali di Jerman pada tahun 1840. Pada saat itu penerapan coating enamel masih menggunakan cara tradisional. Dan semenjak pada tahun 1930, semua enamel coating menerapkan metode sistem dua lapis, yang terdiri dari:
  1. Pertama, yaitu lapisan dasar yang digunakan untuk melindungi materi logam dari karatan, biasanya berwarna hitam pekat.
  2. Dan top coat ialah lapisan warna yang sanggup menyesuaikan dengan keinginan.

Pemilihan materi plat baja low carbon (yaitu baja yang mempunyai kandungan karbon kurang dari 0,005%) merupakan materi baku yang tepat dalam Pembuatan Kubah Masjid, alasannya ialah sanggup menghasilkan warna lebih cerah dan mengkilap.

Sejak pertama kali diproduksi, coating enamel biasanya digunakan untuk melapisi logam pelengkap menyerupai emas, perak, dan tembaga. Coating enamel  kadang digunakan oleh arsitektur untuk melapisi panel dinding luar semoga terlihat lebih cerah dan tahan terhadap cuaca. Sedangkan produk coating enamel dalam ruangan yang sering kita temui di mall yaitu dinding eskalator.
Untuk kubah masjid dengan seni arsitektur modern, cenderung menentukan kubah masjid dengan sistem panel enamel. Teknik sistem pemasangan panel enamel tidak menerapkan penggunaan sistem paku drilling (mengingat teknik sistem paku drilling hanya mempunyai masa ketahanan sekitar ± 4 tahun, dikarenakan korosi yang menjadikan paku gampang lepas). Kami disini akan membantu dengan segala sesuatunya untuk menciptakan kubah masjid yang eksklusif, elegan dan menawan, dengan warna yang relatif tahan usang dan tidak perlu perawatan secara khusus, sehingga akan menghemat biaya perawatan setiap tahunnya.
Demikian Tips Membedakan Antara Kubah Enamel dengan Kubah Galvalum atau Atap Galvalum yang kami sajikan semoga menjadi materi acuan dan pertimbangan sebelum Anda menentukan pilihan materi untuk pembuatan kubah masjid.
Kunjungi web kami http://www.qoobah.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.