Banyak yang Tidak Tahu, Inilah Sejarah Masjid Nabawi

 

Pembangunan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah salah satu Masjid yang berada di Madinah dan Masjid ini adalah Masjid yang mempunyai keutamaan  tersendiri bagi umat islam, Masjid Nabawi adalah Masjid terpenting ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa , Ketiga masjid ini adalah masjid yang di muliakan oleh umat Islam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم – وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan masjidil Aqsho” (HR. Bukhari 1189 dan Muslim no. 1397).

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudriy. Hadits ini secara tegas menunjukkan keutamaan sengaja bersafar ke ketiga masjid di atas. Dan ini berarti selain tiga masjid itu tidak dibolehkan jika sengaja bersafar ke sana dalam rangka ibadah.

Masjid Nabawi  juga merupakan Masjid terbesar kedua setelah Masjidil Haram. Masjid Nabawi ini dibangun dengan landasan ketakwaan. Keutamaan Masjid ini ialah jika sholat di masjid ini pahala sholatnya akan dilipatgandakan seperti penjelasan hadist ini :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)

Sejarah Pembangunan Masjid Nabawi

kontraktor kubah masjid
www.qoobah.co.id

Masjid Nabawi adalah Masjid kedua yang di bangun oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah Masjid Quba di Madinah,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah.

Pada saat itu panjang masjid nabawi adalah 70 hasta dengan lebar 60 hasta atau panjang nya sekitar 35 m dan lebar nya 30 m, pada saat itu Masjid Nabawi sangat sederhana, mungkin kita akan sulit membayangkan melihat kesederhanaan nya dulu karena sekarang bangunan nya sangat lah megah, pada zaman dulu Masjid Nabawi hanya berlantai tanah yang berbatu dan mempunyai atap dari pelepah kurma serta mempunyai tiga pintu saja, sementara saat ini sangatlah besar dan megah sekali.

Pada Tahun 7 hijriyah, jumlah jamaah umat islam semakin banyak, sehingga masjidpun menjadi penuh, dengan hal itu Nabi pun mengambil keputusan untuk memperluas Masjid Nabawi, beliau menambahkan 20 hasta untuk panjang serta untuk lebar Masjid nya.

Dan yang menanggung semua biaya pembebasan tanah untuk memperluas Masjid itu adalah Ustman bin Affan. Peristiwa perluasan ini terjadi setelah pulangnya beliau dari Perang Khaibar.

Pada Tahun 17 H, yaitu pada saat zaman Umar bin Khattab diperluas lagi, Umar juga menambahkan sebuah tempat yang agak tinggi diluar masjid yang dinamakan batiha. tempat ini dulu digunakan untuk mengumumkan suatu berita, membaca syair, dan hal hal yang berkaitan dengan agama, Umar bin Khattab sengaja membuat tempat ini untuk menjaga kemuliaan Masjid.

Diperluas lagi pada masa Ustman bin Affan pada tahun 29 H.  Dan di perluas lagi oleh Raja Abdul Aziz dari kerajaan Saudi di perluas menjadi 6.024 m2 yaitu pada tahun 1372 H.

Perluasan selanjutnya di perluas oleh Raja Fahd pada tahun 1414 H. Pada tahun ini luas Masjid menjadi 100.000 m2 untuk lantai bawah dan 67.000 m2 untuk lantai atas, serta peralatan yang ada di masjid yang digunakan untuk sholat sekitar 135.000 m2. Dan pada saat ini masjid Nabawi dapat menampung jamaah sekitar 535.000 jamaah.

KEUTAMAAN SHALAT DI MASJID NABAWI

kontraktor kubah masjid
www.qoobah.co.id

Kita tau bahwa masjid nabawi adalah masjid nabi yang sangat mulia, lantas apa saja keutamaan shalat di Masjid Nabawi ?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم – وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan masjidil Aqsho” (HR. Bukhari 1189 dan Muslim no. 1397).

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudriy. Hadits ini secara tegas menunjukkan keutamaan sengaja bersafar ke ketiga masjid di atas.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)

AMALAN YANG DILARANG TERKAIT DENGAN ZIARAH KE MASJID NABAWI

kontraktor kubah masjid
www.qoobah.co.id

Sering di jumpai bahwa para peziarah sering thawaf mengelilingi Kamar Nabi, Thawaf adalah salah satu bentuk ibadah, dan kita tidak boleh beribadsah kecuali hanya kepada Allah.

Ada juga peziarah yang bersujud mengarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini adalah ritual yang diharamkan

Sering juga ditemui para peziarah mengusap usap kamar Nabi, bahkan juga ada yang menciumi nya dalam rangka mengharapkan sesuatu.

Ibnu Taimiyah telah mengatakkan,

“Ulama telah sepakat, bahwa barangsiapa yang berziarah ke makam Nabi Muhammad atau ke makam nabi selain beliau atau makam orang-orang shaleh, makam sahabat, makam ahlul bait, atau selain mereka, tidak boleh mengusap-usap atau menciumnya, bahkan tidak ada satu pun benda mati di dunia ini yang disyariatkan untuk dicium kecuali hajar aswad.” (Majmu’ Fatawa, 27:29)

Baca juga : Kontraktor Kubah Masjid Termurah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.